Jumat, 10 Mei 2013
Bagaimana menjadi seorang kepala rumah tangga
ilmu dari sang ayah
Ilmu ini aku dapatkan dikala aku masih kecil. Kala itu hubungan ayah dan bunda tidaklah harmonis, namun dipaksakan untuk tetap berdiri pada mahligai perkawinan dengan alasan usia yang sudah tua.
Jika menghitung hitung amalan yang dilakukan ayah, mungkin bisa dihitung. Ayah yang sejak lama telah mentelantarkan keluarga, bekerja namun hasilnya tidak pernah diberikan kepada bunda. Sampai bunda dengan 3 anaknya terpaksa membanting tulang, guna mencukupi kebutuhan keluarga, kurasakan betul beratnya usaha untuk tetap hidup tanpa ada nafkah dari ayah, karena aku rasakan sendiri, sejak umur 7 tahun, aku sudah harus membantu bunda mencari uang.
Dari pengalaman ini kutemui ilmu, "Bahwasanya menjadi seorang lelaki dan utamanya menjadi kepala rumah tangga harus bertanggung jawab, dengan minimal memberi nafkah lahir."
Ilmu ini aku dapatkan dikala aku masih kecil. Kala itu hubungan ayah dan bunda tidaklah harmonis, namun dipaksakan untuk tetap berdiri pada mahligai perkawinan dengan alasan usia yang sudah tua.
Jika menghitung hitung amalan yang dilakukan ayah, mungkin bisa dihitung. Ayah yang sejak lama telah mentelantarkan keluarga, bekerja namun hasilnya tidak pernah diberikan kepada bunda. Sampai bunda dengan 3 anaknya terpaksa membanting tulang, guna mencukupi kebutuhan keluarga, kurasakan betul beratnya usaha untuk tetap hidup tanpa ada nafkah dari ayah, karena aku rasakan sendiri, sejak umur 7 tahun, aku sudah harus membantu bunda mencari uang.
Dari pengalaman ini kutemui ilmu, "Bahwasanya menjadi seorang lelaki dan utamanya menjadi kepala rumah tangga harus bertanggung jawab, dengan minimal memberi nafkah lahir."
Langganan:
Postingan (Atom)